Apakah penyebab rematik mandi malam?

Pertanyaan

Mohon informasinya apakah mandi malam dapat menyebabkan rematik? Selain itu ada mohon juga disertakan beberapa kesalahpahaman warga umum dan awam seperti kami agar kami bisa meluruskan pemahaman kami. Terima kasih.

Edria Nurul Fadhilah | Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Caretaker Future Leader 2021

Banyak sekali mitos-mitos kesehatan yang beredar ditengah-tengah masyarakat saat ini sehingga kerap kali membuat bingung antara harus percaya atau tidak.

Maka dari itu, segala asumsi yang memang belum terbukti kebenarannya dan tidak bisa dipertanggungjawabkan harus segera dibenarkan melalui fakta yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Beberapa asumsi tersebut sudah diketahui ketidak absahannya oleh beberapa kalangan, termasuk tenaga kesehatan home care. Namun begitu, di kalangan umum, mitos dan asumsi tersebut masih banyak yang dipercayai dan terkadang justru menjadi penghambat perkembangan Kesehatan pasien. Oleh karena itu, penting untuk diketahui mitos dan penjelasannya agar keluarga pengguna perawatan pasien home care mengetahuinya.

Berikut 4 mitos kesehatan paling populer yang sering berkembang di masyarakat.

  1. Mandi malam dapat menyebabkan rematik

Tidak sedikit orang yang percaya dengan mitos yang satu ini, tapi apakah benar mandi pada malam hari dapat menyebabkan rematik ?

Jawabannya, TIDAK. Faktanya Rheumatoid Arhtritis atau biasa kita kenal dengan sebutan rematik adalah sebuah penyakit autoimun yang menyebabkan pengapuran pada sendi, sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri dan keterbatasan gerak pada penderitanya.1

Sampai saat ini belum ada penelitian yang menyatakan kalau mandi pada malam hari dapat menyebabkan kita menjadi rematik. Namun, bagi penderita rematik mandi pada malam hari menggunakan air dingin sangatlah tidak dianjurkan karena air dan udara yang dingin tersebut dapat memicu terjadinya rasa nyeri.

Tapi beda halnya dengan orang yang sehat, mandi pada malam hari tidaklah menjadi masalah dan juga tidak akan membuat kita menjadi rematik.

  1. Tidak boleh minum air dingin ketika haid/menstruasi

Mitos ini pun sudah tidak asing lagi didengar di telinga hampir setiap wanita, informasi ini sudah disampaikan secara turun-temurun atau dari mulut ke mulut dari orang tua kita terdahulu. Banyak orang yang percaya bahwa minum air dingin saat haid dapat membuat darah haid membeku dan siklus haid menjadi tidak lancar. Padahal ini sama sekali tidak ada kaitannya antara minum air dingin dengan darah atau siklus haid. Namun sayangnya, sampai saat ini masih banyak saja orang yang mempercayai mitos tersebut.

Dilansir dari buku Haid dan Kesehatan Menurut Ajaran Islam, menstruasi berhubungan dengan sistem reproduksi wanita, sedangkan makan dan minum akan berhubungan dengan sistem pencernaan. Jadi kedua hal tersebut tidak ada kaitannya antara satu sama lain.2

Adapun keterlambatan menstruasi itu terjadi karena hormon yang tidak seimbang biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor fisik lainnya, seperti kelelahan, stress dan juga penyakit.

  1. Mengobati luka bakar dengan pasta gigi/odol

Masih banyak sekali orang yang percaya dengan mitos yang satu ini, pasalnya orang awam akan mengira bahwa mengoleskan pasta gigi pada area luka bakar akan memberikan efek dingin pada bagian tersebut, sehingga dapat menyembuhkan luka. Padahal faktanya, mengoleskan pasta gigi pada luka bakar justru dapat membuat luka menjadi semakin parah. Karena kandungan dari pasta gigi tersebut mengandung berbagai bahan kimia yang jika dioleskan langsung pada luka bakar ini, maka akan membuat kulit iritasi dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi.3

Menurut Herndon (2010) salah satu cara yang tepat dalam mengobati luka bakar, yaitu bisa dengan cara menggunakan air mengalir selama kurang lebih 10-20 menit. Hal ini dapat dilakukan pada jenis luka bakar ringan, namun jika luka bakar yang dialami sudah tergolong cukup parah, lebih baik segera bawa ke dokter atau rumah sakit terdekat agar mendapat perawatan medis yang tepat.4

  1. Penderita cacar air tidak boleh mandi

Dikutip dari Jurnal berjudul Kestabilan Model Matematika Infeksi Primer Penyakit Varicella Dan Infeksi Rekuren Penyakit Herpes Zoster Oleh Virus Varicella Zoster, Cacar air atau Varisela adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster.5

Luasnya penyebaran ruam merah dan bintil-bintil kecil pada tubuh inilah yang sering kali menjadi penyebab orang merasa khawatir dan beranggapan bahwa mandi dapat memperparah penyakit ini.

Namun faktanya, dari sisi medis tidak ada larangan bagi penderita cacar air untuk tidak mandi. Justru mandi pada saat terkena cacar air sangatlah dianjurkan karena mandi dapat membersihkan kotoran yang ada pada permukaan kulit, sehingga dapat meredakan rasa gatal serta mencegah penderita menggaruk kulit dan kulit akan terasa lebih nyaman setelah mandi. Selain itu, mandi juga sebagai salah satu bentuk dari upaya perawatan kulit.6

 

Referensi

1   Masfufah, E. (2013). Gambaran Pengetahuan Tentang Penyakit Reumatik Pada Wanita Lanjut Usia di Panti Sosial Tresna Wreda Budi Pertiwi Bandung. 1–8.

2   Saribanon, N., Thahir, M., Salamah, U., Prabowo, H., Parouq, F., & Huda, M. (2016). Haid dan Kesehatan Menurut Ajaran Islam. Majelis Ulama Indonesia, 1–vi, 1–68. 

3   Muthohharoh. (2015). Gambaran Perilaku Masyarakat Terhadap Kejadian Luka Bakar Ringan di Perumahan Bagasasi Cikarang. Karya Tulis Ilmiah Strata Satu.

 

4   Herndon, D. Prevention of Burn Injuries. Ed.4. Edinburg: Saunders.2010

5    Hardiyanti, Ratianingsih, R., & Hajar. (2020). Kestabilan Model Matematika Infeksi Primer Penyakit Varicella Dan Infeksi Rekuren Penyakit Herpes Zoster Oleh Virus Varicella Zoster. Jurnal Ilmiah Matematika Dan Terapan, 17(1), 82–91.

6   Fay, D. (2014). Cacar Air Dameria Sinaga Departemen Biomedik Dasar. Jurnal, 1–19.