Apakah Vaksin Booster Itu? dan Apakah Booster sendiri sudah mendapatkan izin BPOM

Halo, saya ingin bertanya tentang vaksin Booster yang belakangan sering dibahas di media. Saya ingin tahu, apa itu vaksin booster? kemudian, apakah booster sudah mendapatkan izin dari BPOM?

Fauziah Khairunnisa Lubis | STIKES Murni Teguh Medan

Caretaker Future Leader 2021

Badan POM mendukung upaya pemerintah dalam program vaksinasi nasional dengan melakukan percepatan proses evaluasi dan penerbitan Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin COVID-19 sebagai upaya strategis dalam penanggulangan pandemi COVID-19. Saat ini telah ada 13 vaksin COVID-19 yang telah mendapatkan persetujuan EUA. Berdasarkan pengamatan uji klinik dengan waktu yang lebih panjang menunjukkan bahwa respons imun yang dihasilkan oleh vaksin COVID-19 akan menurun seiring waktu dengan interval penurunan yang bervariasi tergantung dari jenis vaksinnya. Oleh karena itu, diperlukan pemberian vaksinasi booster/dosis lanjutan untuk mempertahankan imunogenisitas vaksin terhadap infeksi COVID-19 (BPOM, 2022).

 

Badan POM secara resmi memberikan persetujuan pada 5 (lima) Vaksin COVID-19 yang dapat digunakan sebagai booster atau dosis lanjutan homolog (vaksin booster sama dengan vaksin primer) dan heterolog (vaksin booster berbeda dengan vaksin primer). Kelima vaksin tersebut adalah CoronaVac atau Vaksin COVID-19 Bio Farma, Comirnaty oleh Pfizer, AstraZeneca (Vaxzevria dan Kconecavac), Moderna, dan Zifivax.

 

“Persetujuan vaksin booster tersebut didasarkan pada data imunogenisitas dari hasil pengamatan uji klinik terkini yang menunjukan adanya penurunan kadar antibodi yang signifikan terjadi setelah 6 bulan pemberian vaksin primer.” Ungkap Kepala Badan POM, Penny K. Lukito dalam Konferensi Pers Vaksin COVID-19 Booster pada Senin  (10/01/2022).

 

“Di Indonesia sendiri, program vaksinasi sudah dilakukan sejak Januari 2021, sehingga diperlukan pemberian vaksinasi booster untuk mempertahankan imunogenisitas vaksin terhadap infeksi COVID-19. Kemudian sesuai dengan rekomendasi WHO, pemberian vaksin booster/dosis lanjutan yang akan dirancang oleh pemerintah dengan pemberian yang diutamakan untuk populasi yang berisiko tinggi yaitu lansia, tenaga kesehatan, dan kelompok individu yang memiliki masalah sistem imun/kekebalan (immunocompromized)”, tambahnya kembali. 

 

Vaksin Booster (Lanjutan)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster). SE ini ditujukan kepada para kepala dinas kesehatan provinsi, kota dan kabupaten, kepala atau direktur rumah sakit serta pimpinan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.


Vaksin booster adalah vaksinasi COVID-19 setelah seseorang mendapat vaksinasi primer dosis lengkap yang ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan (Surat Edaran, 2022).


Vaksinasi booster diselenggarakan oleh pemerintah dengan sasaran masyarakat usia 18 tahun ke atas dengan prioritas kelompok masyarakat lanjut usia dan penderita penyakit bawaan autoimun.


Adapun syarat penerima dosis vaksin ini adalah sebagai berikut (Kemenkes, 2022) :

  • Calon penerima vaksin menunjukkan NIK dengan membawa KTP/KK atau melalui aplikasi PeduliLindungi
  • Berusia 18 tahun ke atas
  • Telah mendapatkan vaksinasi primer dosis lengkap minimal enam bulan sebelumnya.


Vaksin booster dilakukan melalui dua mekanisme :

  1. Mekanisme homolog yaitu pemberian vaksin booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.
  2. Mekanisme heterolog yaitu pemberian vaksin booster dengan menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya (Kemenkes,2022)

Regimen dosis lanjutan (Booster) yang diberikan pada triwulan pertama tahun 2022 yaitu :

1. Untuk sasaran dengan dosis primer Sinovac maka diberikan :

  • Vaksin AstraZeneca, separuh dosis 0,25 ml
  • Vaksin Pfizer, separuh dosis 0,15 ml

2. Untuk sasaran dengan dosis perimer Astra Zeneca maka diberikan;

  • Vaksin moderna, separuh dosis 0,25 ml
  • Vaksin Pfizer,separuh dosis 0,15 ml
  • Vaksin Astra Zeneca, dosis penuh 0,5 ml

Penyuntikan vaksin booster dilakukan secara intramuskular di lengan atas. Penyuntikan half dose dilakukan dengan menggunakan jarum suntik sekali pakai 0,3 mililiter yang telah diberikan tanda ukuran dosis mulai dari 0,5 mililiter sampai 0,25 mililiter. Bagi daerah yang belum menerima jarum suntik sekali pakai ini, maka dapat memanfaatkan yang tersedia (Surat Edaran, 2022).

 

 

 

Daftar Pustaka

  1. Keputusan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor SR.02.06/II/408/2022 Tentang Penyesuaian Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster)

  2. Surat Edaran Nomor HK.02.02/II/252/2022 Tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster)