Bisakah Terinfeksi Covid-19 Varian Omicron Setelah Vaksin?

Pertanyaan

“Halo, saya ingin bertanya apakah benar dengan melakukan vaksinasi Covid-19, kita dapat 100% terhindar dari infeksi varian Omicron? Terima kasih?”

Ikhlasul Amalia | 

Caretaker Future Leader 2021

Terima kasih atas pertanyaannya, saya izin membahasnya, ya! Varian baru Covid-19, yaitu Omicron, saat ini ramai menjadi perbincangan kita. Bukan tanpa alasan, varian yang telah ditetapkan WHO sebagai variant of concern (VOC) ini dapat bermutasi lebih cepat dibandingkan varian Covid-19 lainnya sehingga mampu menyebar ke individu dengan imun tubuh yang lemah. Bahaya varian Omicron inilah yang harus kita waspadai.


Di Indonesia, tingkat kesadaran diri masyarakat akan pentingnya vaksinasi Covid-19 semakin meningkat. Data dari Kementrian Kesehatan hingga akhir Februari 2021 menunjukkan bahwa 91,70% masyarakat Indonesia telah mengikuti vaksinasi dosis 1 dan 69,36% untuk vaksinasi lengkap dosis 2. Sejauh ini, angka tersebut terus mengalami peningkatan, walaupun persentase untuk vaksinasi booster masih pada kisaran 4,89%. Vaksinasi Covid-19 akan membentuk kekebalan tubuh yang optimal melalui virus yang dimatikan.


Banyak masyarakat yang menjadi sadar terhadap pentingnya vaksinasi, namun banyak juga yang mulai lalai menjalankan protokol kesehatan. Fenomena pelanggaran protokol kesehatan yang sering kita jumpai adalah ketidakpatuhan menggunakan masker di luar rumah, masyarakat mulai berkumpul dan tidak menjaga jarak satu sama lain, banyaknya kerumunan di tempat umum, masyarakat mulai mengabaikan aturan pembatasan mobilisasi, serta mulai hilangnya kebiasaan menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan. Dengan melihat bahaya varian Omicron, betapa mengerikannya jika berbagai pelanggaran yang tidak semestinya dilakukan itu menjadi pemicu timbulnya kluster-kluster baru penyebaran Covid-19.


Cara lain pembentukan antiodi adalah dengan terinfeksi secara langsung dan dinyatakan sembuh dari Covid-19. For your information, individu yang telah melakukan vaksinasi maupun yang telah menjadi “Sarjana Corona” dapat terinfeksi Covid-19 lagi, lho. Hal ini disebut re-infeksi Covid-19. Data menunjukkan bahwa ada 1 dari 100 orang mengalami re-infeksi. Terjadinya reinfeksi disebabkan karena antibodi yang tidak bertahan lama sehingga tidak mampu melindungi tubuh dari infeksi berulang Covid-19. Selain itu, reinfeksi juga dapat disebabkan oleh jenis rantai virus yang berbeda akibat adanya mutasi, sehingga antibodi dalam tubuh tidak mampu mengenali virus mutasi baru yang menginfeksi tubuh.


Pencegahan re-infeksi tubuh dapat dilakukan dengan menjaga 2 domain penting, yaitu Jaga protokol kesehatan dan Jaga imunitas meskipun telah vaksin. Protokol kesehatan 5M harus dilakukan dengan baik dan benar.

1.Mencuci Tangan

Untuk mencuci tangan, gunakan sabun dengan air mengalir dalam waktu yang sesuai standar WHO, yaitu 60 detik. Biasakan melakukan 6 langkah cuci tangan dengan benar, antara lain:

  • gosok telapak tangan
  • gosok punggung tangan kanan dan kiri
  • gosok sela-sela jari
  • gerakan mengunci atau jari-jari sisi dalam saling merapat
  • gosok ibu jari secara memutar bergantian kanan dan kiri
  • gerakan memutar ujung-ujung jari di telapak tangan bergantian kanan dan kiri

 

2.Menggunakan Masker

Pemakaian masker yang benar adalah dengan cuci tangan terlebih dahulu sebelum memakai masker, gunakan masker yang baru dan utuh, dan pastikan masker dapat melindungi area hidung, mulut, dagu, dan pipi dengan rapat. Selalu ingat bahwa masker saja tidak menjamin dapat melindungi kita dari Covid-19, maka patuhi juga protokol kesehatan lainnya.

 

3. Menjaga Jarak

Atur jarak dengan orang lain sekurang-kurangnya 1 meter. Tujuannya adalah agar tidak terkena percikan droplet yang tidak disengaja dari orang lain di sekitar kita.

 

4. Menjauhi Kerumunan

Selama pandemi masih belum berakhir, usahakan menjauhi kerumunan dan tidak menimbulkan kerumunan baru. Hal ini bertujuan untuk menghindari bertemu dengan orang-orang yang ternyata terinfeksi Covid-19.

 

5. Membatasi Mobilisasi

Jika tidak ada keperluan mendesak, lebih baik di rumah saja. Lakukan aktivitas dari rumah agar menjaga diri dari infeksi Covid-19 jika ke luar rumah.

 

Imunitas tubuh juga perlu ditingkatkan dengan mengonsumsi asupan makanan sehat dan bergizi, olahraga di rumah secara teratur, tidur dengan waktu yang cukup, mengatur koping stress yang baik, serta mengontrol kondisi kesehatan dengan baik terutama individu yang mempunyai komorbid.

 

 

Daftar Pustaka

  1. https://mediaindonesia.com/humaniora/354489/reinfeksi-covid-19-nyata-adanya

  2. Mort, M. (2022). MODUL 1 – Bagaimana vaksin bekerja – DASAR KEAMANAN VAKSIN WHO. World Health Organization. https://in.vaccine-safety-training.org/how-vaccines-work.html