Diabetes Mellitus tipe II

Pertanyaan

Berdasarkan hasil lab dan konsultasi dengan nakes, saya dinyatakan mengidap Diabetes Mellitus tipe II. Mohon dijelaskan mengenai Diabetes Mellitus Tipe II ini beserta perawatannya agar keadaan saya tidak semakin memburuk. Terima kasih.

Al Fitriah | UIN Jakarta
Caretaker Future Leader 2021

            Diabetes mellitus tipe II merupakan kondisi ketidakmampuan seseorang menggunakan glukosa guna menjalankan metabolisme tubuh. Normalnya, insulin bekerja dengan memfasilitasi glukosa masuk ke dalam sel untuk proses metabolisme. Namun, pada diabetes mellitus tipe II, sel tidak mampu mengenali insulin sehingga glukosa tidak mampu masuk ke dalam sel atau yang dapat disebut sebagai resistensi insulin. Hal ini menyebabkan kadar glukosa menumpuk tinggi dalam darah atau kondisi hiperglikemi.1

            Ketiadaan glukosa sebagai salah satu bahan bakar metabolisme berdampak pada ketidakadekuatan energi yang diproduksi oleh sel. Sehingga timbul kelemahan dan kelelahan sebagai salah satu gejala yang dialami oleh penderita DM tipe II. Untuk itu, penatalaksanaan DM tipe II perlu diberikan guna tercapai terkontrolnya kadar gula darah yang optimal serta upaya dalam memperlambat dan mencegah perburukan komplikasi. Salah satu penatalaksanaan yang dianjurkan kepada penderita DM tipe II adalah dengan berolahraga.2

            Bukan menjadi faktor yang memperberat DM, tetapi olahraga dan perawatan di rumah (home care) justru menjadi upaya yang memberikan manfaat besar dalam strategi mengoptimalkan kadar glukosa darah. Berdasarkan hasil penelitian, olahraga di rumah bermanfaat dalam mengontrol gula darah, memperbaiki status lemak dalam darah, menurunkan kadar kolesterol total, menurunkan risiko penyakit jantung koroner, serta mengurangi tingkat stress dan rasa cemas pada penderita DM tipe II. Hal ini terjadi karena saat berolahraga, terjadi peningkatan aktivitas tubuh yang berdampak pada peningkatan kebutuhan glukosa oleh metabolisme otot untuk proses kontraksi dan tenaga. Pengambilan glukosa dalam darah oleh otot turut menurunkan kadar glukosa darah sehingga mampu membantu mengoptimalkan glukosa darah.3

            Anjuran berolahraga yang diberikan kepada penderita DM tipe II dibagi dalam dua kondisi, yaitu dalam kondisi hiperglikemi dan hipoglikemi :

  1. DM tipe II dengan Hiperglikemia

Pasien dengan kadar glukosa darah >300 mg/dL dan tanpa ketosis (keton dalam urin) dianjurkan untuk berolahraga dengan syarat tidak ada keluhan lainnya. Serta memantau kadar glukosa darah sebelum dan sesudah latihan dan harus memertahankan hidrasi.2

  1. DM tipe II dengan Hipoglikemia

Hipoglikemi atau kondisi kadar gula darah dibawah normal juga dapat terjadi pada penderita DM tipe II. Hal ini dapat terjadi karena adanya hubungan dengan terapi insulin dan perubahan gaya atau aktivitas hidup yang terlalu drastic.4 Dalam keadaan hipoglikemi, kadar gula darah berkisar kurang dari 80 mg/dL. Untuk itu dianjurkan untuk melakukan pemantauan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah berolahraga. Selain itu, pada individu yang menjalani terapi insulin, direkomendasikan untuk mengkonsumsi 5-15 gram karbohidrat sebelum melakukan olahraga dengan intensitas sedang, serta tidak berolahraga ketika insulin sedang berada di puncak kerjanya guna mengurangi risiko memperburuknya hipoglikemi.2

            Menurut Kurniawan & Wuryaningsih (2016), mekanisme olahraga dan perawatan di rumah yang dianjurkan kepada individu DM tipe II, meliputi

  1. Jenis olahraga intensitas sedang, meliputi latihan jalan cepat, bersepeda, serta renang.
  2. Lakukan olahraga sedikitnya 3 hari dalam seminggu dengan jarak antar latihan tidak lebih dari 2 hari.
  3. Untuk orang dewasa, direkomendasikan untuk melakukan olahraga berintensitas sedang dalam 5 sesi perminggu.
  4. Lakukan olahraga minimal 150 menit per minggu

Disarankan kepada penderita diabetes mellitus untuk menerapkan jadwal rutin dalam berolahraga. Dalam melakukan latihan, dianjurkan untuk memulai dari intensitas ringan terlebih dahulu lalu perlahan lahan lanjut ke intensitas sedang dan berat.5 Selain itu, dukungan support dari orang terdekat dan perawat home care sangat diperlukan untuk menjaga motivasi dan mempertahankan kepatuhan dalam berolahraga guna mengontrol kadar glukosa darah tetap optimal.6

Pada dasarnya setiap latihan sebagaimana telah dijelaskan di atas dapat dilakukan oleh siapapun dan kapanpun di rumah. Namun demikian, untuk beberapa pasien dengan kondisi fisik tertentu disarankan untuk tetap diperhatikan dalam menjalankan latihan agar terhindar dari cidera dan accident yang tidak diinginkan. Perhatian tersebut dapat dilakukan oleh keluarga maupun oleh perawat home care.

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka

1 Kusnanto. 2016. Asuhan Keperawatan Klien Dengan Diabetes Mellitus: Pendekatan Holistic Care. Surabaya: Airlangga University Press.

2 Kurniawan, A. A., Wuryaningsih. 2016. Rekomendasi Latihan Fisik Untuk Diabetes Melitus Tipe 2. Vol. 1 No. 3. Https://Bikdw.Ukdw.Ac.Id.

3 Bataha, Y., Rompas, S., Rondonuwu, R. G. 2016. Hubungan Antara Perilaku Olahraga Dengan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Mellitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Wolaang Kecamatan Langowan TimuR. Ejournal Keperawatan (E-Kp) Volume 4 Nomor 1. Https://Ejournal.Unsrat.Ac.Id/Index.Php/Jkp/Article/View/11909/11498.

4 Rusdi, M. S. 2020. Hipoglikemia Pada Pasien Diabetes Melitus. Journal Syifa Sciences And Clinical Research. Vol. 2 No. 2. Http://Ejurnal.Ung.Ac.Id/Index.Php/Jsscr.

5 Kanzanabilla, R., Lubis, R. F. 2021. Latihan Senam Dapat Menurunkan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II. Bikfokes Volume 1 Edisi 3. Https://Journal.Fkm.Ui.Ac.Id.

6 Safitri, I. N. 2013. Kepatuhan Penderita Diabetes Mellitustipe Ii Ditinjau Dari Locus Of Control. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan. Vol. 1 No. 2. Https://Ejournal.Umm.Ac.Id/Index.Php/Jipt/Article/View/1583/1686.