Kelola Kesehatan Mental Selama Pandemi Covid-19

Pertanyaan

“Halo, saya ingin bertanya, dengan banyaknya pemberitaan tentang kasus Omicron yang meningkat akhir-akhir ini, saya merasa takut berlebihan jika tertular, sulit tidur, hingga sulit berkonsentrasi saat bekerja. Apakah kondisi saya ini termasuk gangguan kesehatan mental di masa pandemi, ya? Lalu bagaimana solusinya? Terima kasih”

Ikhlasul Amalia 

Caretaker Future Leader 2021

Berbicara mengenai isu kesehatan mental atau mental health issue, kasus gangguan kesehatan mental di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup pesat sejak tahun 2019. Kemenkes pada tahun 2020 mencatat bahwa terjadinya pandemi Covid-19 memicu peningkatan masalah gangguan kesehatan mental di Indonesia. Kasus gangguan kesehatan mental kini mencapai lebih dari 280 ribu kasus dibandingkan pada tahun 2019 yang hanya 197 ribu kasus. Selama pandemi Covid-19 berakhir, angka ini dikhawatirkan akan terus bertambah jika tidak segera dicegah dan ditangani.

 

Pandemi Covid-19 tidak hanya memberikan efek pada kesehatan fisik, melainkan juga berpengaruh pada kesehatan mental seseorang. Tingkat penularan dan rasio kematian akibat infeksi Covid-19 yang sangat besar, mempengaruhi peningkatan tekanan psikologis dan gejala gangguan kesehatan mental. Survei dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) menunjukkan bahwa selama pandemi Covid-19, sebanyak 63% orang mengalami gangguan kecemasan, 66% orang mengalami depresi, dan 80% orang menunjukkan gejala trauma stress psikologis. Rerata gangguan kesehatan mental tersebut dialami pada usia produktif atau rentang 15-50 tahun.

 

Apa Itu Kesehatan Mental?

(n) /ke.se.hat.an men.tal/
Menurut WHO, kesehatan mental merupakan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial di mana seseorang menyadari kemampuannya dalam mengatasi stress, bekerja dengan produktif, dan berkontribusi bagi lingkungannya. Seseorang yang sehat mental merupakan mereka yang mempunyai kondisi batin dalam keadaan tentram dan tenang sehingga mampu menikmati kehidupan dan menghargai orang lain di sekitarnya. Sedangkan seseorang dengan gangguan kesehatan mental mempunyai pikiran, perasaan, atau perilaku yang tidak semestinya.


Gangguan kesehatan mental selama pandemi Covid-19 dapat disebabkan karena rasa takut akan terinfeksi penyakit Covid-19 dari orang lain. Selain itu, gangguan kesehatan mental disebabkan karena kebijakan pemerintah yang membatasi aktivitas sehari-hari yang awalnya dilakukan di luar rumah, menjadi harus dilakukan di rumah. Work from home inilah juga yang sering menghabiskan waktu lama dan membatasi interaksi sosial. Tidak jarang juga, gangguan kesehatan mental disebabkan karena menurunnya kondisi ekonomi akibat pandemi.

 

Lalu, apa ciri-cirinya?

Gejala atau tanda dari gangguan kesehatan mental sangat dipengaruhi oleh faktor biologis, pengalaman atau trauma masa lalu, riwayat kesehatan keluarga, dan gaya hidup. Dilansir dari Nakita.id, Tanda dan ciri-ciri yang mungkin terjadi pada seseorang dengan gangguan kesehatan mental, antara lain:

  1. Moody-an atau kondisi mood yang mudah berubah-ubah
  2. Sulit tidur dan insomnia atau bahkan kebanyakan tidur
  3. Sulit berkonsentrasi
  4. Sering merasa cemas dan sedih berlebihan tanpa alasan
  5. Mengalami gangguan pencernaan
  6. Perubahan prilaku yang drastis, misalnya kehilangan nafsu makan dan menjadi pendiam atau murung

 

Bagaimana Tips Mengelola Kesehatan Mental?

Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Di masa pandemi Covid-19, mempunyai kondisi mental yang sehat adalah senjata terbaik bagi tubuh untuk meningkatkan respon imun sehingga terhindar dari penularan Covid-19. Berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan kesehatan mental selama pandemi (Ornell et al., 2020):

  1. Lakukan aktivitas fisik dan produktif

Kegiatan positif dan produktif yang dapat dilakukan di rumah adalah dengan menyalurkan hobi melukis, memasak, bernyanyi, dan berolahraga. Dengan melakukan aktivitas fisik, tubuh akan memproduksi hormon endorfin yang berperan dalam meredakan stress, mengurangi rasa jenuh dan khawatir, serta memperbaiki mood.

  1. Konsumsi makanan bergizi

Di masa pandemi, makanan bergizi sangat diperlukan untuk membantu produksi imunitas atau daya tahan tubuh sehingga tubuh akan menjadi kuat melawan Covid-19. Bukan hanya itu, mengonsumsi makanan yang tinggi nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan serat, tubuh juga dapat mengelola kesehatan mental baik secara langsung maupun tidak langsung.

  1. Terapkan pola hidup sehat

Kebiasaan-kebiasaan buruk seperti begadang, merokok, dan mengonsumsi alkohol dapat berpengaruh dan mengganggu kesehatan mental. Sebaiknya beberapa kebiasaan buruk tersebut dihindari untuk menjaga kondisi kesehatan mental. Selain itu, pastikan untuk istirahat yang cukup dengan tidur 6-7 jam per hari untuk menjaga kondisi mood karena jika kurang istirahat, maka tubuh akan mudah mengalami kecemasan.

  1. Berpikir positif dan bersyukur

Pikiran yang positif dan rasa syukur dapat menghindarkan dari gangguan kesehatan mental. Hindari juga untuk memikirkan hal-hal negatif yang dapat membebani pikiran. Upaya untuk menumbuhkan pikiran yang postif dapat dilakukan melalui meningkatkan ketaatan beribadah, melakukan relaksasi, yoga, maupun meditasi.

  1. Tetap jaga komunikasi

Komunikasi harus tetap dijaga meskipun secara daring dan jarak jauh. Upayakan meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga, sabahat, dan teman. Saling berkabar dan menceritakan kekhawatiran dapat mengurangi tekanan yang dirasakan, merasa lega dan tenang, serta membangun support system yang baik.

 

Mens Sana in Corpore Sano”. Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Pelayanan caretaker mendukung kesehatan tubuh individu dan keluarga untuk mencapai kesehatan yang optimal. Di masa pandemi saat ini, Caretaker menyediakan layanan Covid Care dan swab test di rumah, di samping tetap melayani perawatan homecare kesehatan. Pada intinya, mari jaga kesehatan mental dan kesehatan fisik agar tercipta kehidupan yang berkualitas.

 

 

Daftar Pustaka

  1. https://nakita.grid.id/read/022898460/lakukan-3-tips-self-care-ini-untuk-jaga-kesehatan-mental-selama-pandemi?page=all

  2. https://promkes.kemkes.go.id/pengertian-kesehatan-mental

  3. https://satupersen.net/blog/apa-itu-kesehatan-mental

     

  4. Ornell, F. et al. (2020) “‘“Pandemic fear”’ and COVID-19: Mental health burden and strategies,” Brazilian Journal of Psychiatry, 42(3), hal. 232–235. doi: 10.1590/1516-4446-2020-0008.