Mencegah Risiko Jatuh pada Lansia

“Saya J (19 th), saat ini nenek saya tinggal bersama saya, beliau sudah 71 th dan sangat renta. saya sangat khawatir pada keselamatan nenek saya karena mata beliau sudah tidak sekuat dulu. Apa yang bisa saya lakukan di rumah untuk mengantisipasi kemungkinan buruk?”

Al Fitriah | UIN Jakarta

Caretaker Future Leader 2021

Kondisi Lansia

Lansia (lanjut usia) merupakan terminasi yang merujuk pada seseorang dengan usia mencapai 60 tahun ke atas. Kelompok lansia termasuk dalam kelompok rentan yang memiliki risiko atau rentan terhadap masalah kesehatan. Hal ini berhubungan dengan penurunan kemampuan fisik seperti sulit mendengar dan memahami kata-kata, melihat dengan jelas, kulit mengendur, penurunan kepadatan tulang yang menyebabkan penurunan kekuatan dan keseimbangan tubuh, penurunan fungsi kognitif yang dapat terlihat pada kemampuan lansia dalam belajar, memahami, dan mengambil keputusan (Kusumo, 2020).

 

Risiko Jatuh

Penurunan kemampuan fisik tersebut menyebabkan kelompok lansia perlu dilakukan pemantauan dan pencegahan masalah kesehatan yang dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Berdasarkan penelitian Jamebozorgi dalam Aan & Nurdahlia (2020), jatuh mengakibatkan derajat kecacatan tinggi yang berdampak pada hilangnya kebebasan menjalankan aktivitas sehari hari. Menurut Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (2016), individu yang berusia 65 tahun dan lebih menjadi salah satu faktor risiko mengalami kerusakan fisik dan gangguan kesehatan akibat terjatuh.

 

Pencegahan Risiko Jatuh

Tindakan pencegahan penting dilakukan untuk mempertahankan individu yang sehat tetap sehat, dan individu yang sakit tidak terjadi peningkatan keparahan penyakit (BTKLPP, 2016). Keberhasilan tindakan pencegahan jatuh pada lansia penting dilakukan bersamaan dengan partisipasi keluarga dengan menjadi bagian dari support system pasien untuk tetap mempertahankan kesehatannya (Kamayani dkk, 2017).

Hal yang bisa dilakukan di lingkungan rumah untuk meminimalisir risiko jatuh, meliputi:

1. Memastikan lantai tidak licin
2. Memodifikasi permukaan lantai tetap rata
3. Memastikan tidak ada barang – barang yang berserakan
4. Mengatur pencahayaan cukup terang dan tidak menyilaukan
5. Mengurangi anak tangga pada jalur lansia
6. Memasang pembatas kokoh di tepi tempat tidur
7. Menyediakan tempat tidur dengan ketinggian rendah
(Aan & Nurdahlia, 2020).

 

Layanan Perawatan Lansia

Dengan berkembangnya pelayanan kesehatan di Indonesia, kini perawatan pada lansia dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional langsung di rumah pasien. Caretaker hadir sebagai jasa penyedia layanan kesehatan profesional dan berkompeten untuk melayani perawatan pasien di rumah. Salah satu program unggulan Caretaker yaitu perawatan lansia yang memberikan perawatan baik medis maupun non medis seperti pendampingan beraktivitas sehari hari. Layanan caretaker bisa didapatkan dengan mudah dengan melakukan pemesanan melalui nomor telepon 021-8276-4291, whatsapp 0811-999-598, atau melalui website https:caretaker.id.

 

 

Daftar Pustaka

  • Aan, N., Nurdahlia. 2020. Edukasi Kesehatan Meningkatkan Pengetahuan Dan Keterampilan Keluarga Dalam Pencegahan Jatuh Pada Lansia. JKEP. Vol. 5 No. 1.
  • BTKLPP. 2016. Rencana Aksi Kegiatan BTKLPP Kelas I Manado Tahun 2015-2019 Revisi. http://e-renggar.kemkes.go.id.
  • Kamayani, M. O. A., Puspita, L. M., Raya N. A. J., Utami, P.A.S. 2017. Pelatihan Pencegahan Dan Pertolongan Jatuh Pada Lansia Bagi Keluarga Di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Timur. Buletin Udayana Mengabdi, Vol. 16. No. 1.
  • Kusumo, M. P. 2020. Buku Lansia. Yogyakarta: Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY.
  • PPNI. 2016. Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.