Mengapa Lansia Perlu Olahraga

“Saya A (20 th) seorang mahasiswa. Saya tinggal dengan nenek saya. Nenek saya sudah berumur 72 tahun dan aktivitas nya sehari hari adalah menonton tv di rumah seharian. Saya khawatir jika nenek saya terus melakukan kebiasaan monoton seperti itu terus. Adakah olahraga yang bisa nenek saya lakukan di masa tua nya?

Al Fitriah | UIN Jakarta

Caretaker Future Leader 2021

Penurunan fungsi tubuh yang dialami oleh lansia dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup lansia. Dari fungsi fisiologis, lansia rentan untuk terkena penyakit kronis seperti hipertensi, stroke, hingga diabetes melitus. Lansia kerap mengalami kesepian dan penurunan motivasi untuk melakukan kegiatan sehari – hari di rumah. Penurunan kualitas hidup ini dapat menyebabkan lansia rentan sakit dan memiliki harapan hidup yang rendah (Anggriawan, 2015).

Olahraga merupakan bagian dari perilaku hidup sehat. Olahraga yang teratur dan dilakukan dengan benar dan baik akan menyebabkan berbagai perubahan positif pada tubuh. Aktivitas fisik tidak hanya merangsang peningkatan metabolisme untuk mengeluarkan limbah sisa tubuh namun juga menurunkan kecemasan dan stres yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup seseorang.

Lalu, bagaimana dengan lansia? Apakah lansia boleh melakukan aktivitas fisik? Jawabannya, ya. Melakukan aktivitas fisik merupakan salah satu langkah yang dapat diambil guna meningkatkan kualitas hidup lansia. Olahraga menyebabkan tubuh membutuhkan suplai oksigen dan energi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme selama berolahrga. Mengatur pernapasan selama berolahraga dapat menyebabkan pembuluh darah melebar dan dapat berdampak pada penurunan tekanan darah. Rutin berolahraga dapat menurunkan risiko kehilangan fungsi organ seiring berjalannya usia (Anggriawan, 2015).

Selain itu, olahraga dapat menyebabkan perasaan nyaman dan rileks pada tubuh. Hal ini terjadi karena saat berolahrga, glukosa dan bahan – bahan metabolisme lain akan dibakar untuk menjadi energi. Energi yang dihasilkan akan merangsang pengeluaran hormon endorphin yang memberikan rasa nyaman. Kelenjar pineal yang ada di otak juga mengeluarkan serotonin dan melatonin yang akan merangsang dikeluakannya senyawa beta endorphin dan enkephalin yang juga memberikan perasaan rileks dan senang. Kondisi tubuh yang rileks mendukung kualitas tidur yang baik dan juga sehat (Ariyanto dkk, 2020).

Perlu diingat bahwa melakukan aktivitas olahraga oleh lansia harus memperhatikan kemampuan, riwayat penyakit, risiko cedera, dan persiapan. Lakukan segala aktivitas fisik secara bertahap yaitu dari intensitas rendah lalu naik perlahan hingga berat. Jenis aktivitas fisik yang dapat dilakukan pada intensitas sedang, misalnya, jalan santai, berkebun, menyapu, bersepeda santai. Pada intensitas berat, aktivitas fisik seperti yoga, jogging, jalan cepat, bermain bulu tangkis. (Ariyanto dkk, 2020).

Tahap berolahraga yang dapat dilakukan meliputi:
1. Pemanasan disertai peregangan 8-10 menit, lakukan dari tempo lambat dan naikkan perlahan.
2. Lakukan latihan minimal seminggu sekali dengan durasi 30 menit.
3. Pendinginan
(Wahyuni, 2017).

Pelayanan home care lansia dapat dengan mudah diakses melalui jasa pelayanan terbaik, Carateker. Caretaker menyediakan layanan jasa kesehatan profesional berkompeten dan bermutu, salah satunya untuk kelompok lansia yang membutuhkan perawatan medis maupun non-medis. Hubungi nomor hubung kami di 021-8276-4291, whatsapp 0811-999-598, atau melalui website https://caretaker.id.

Daftar Pustaka