Reaksi Seseorang Dalam Proses Pengobatan

Pertanyaan

Sejauh ini, saya cukup jarang sakit, namun demikian, saat ini saya sedang mengalami masalah kesehatan dan sedang mencari solusi pengobatan. Mohon informasinya apa sajakah reaksi yang biasanya ditimbulkan oleh setiap orang ketika kita melakukan pengobatan, sebagai acuan referensi saya. Terima kasih.

Ikhlasul Amalia Universitas Airlangga
Caretaker Future Leader 2021

Pertama-tama kita akan membahas mengenai kesehatan. Hal ini perlu dijelaskan agar menjadi pemahaman bersama bahwa keadaan kita tidak masuk rumah sakit belum tentu dan belum berarti bahwa kita sehat. Ada kemungkinan kita sedang tidak sehat namun tidak diketahui sehingga gangguan kesehatan tersebut akan menggunung kedepannya.

 

Kesehatan merupakan hal yang berharga. Tidak ada seorang pun yang menginginkan sakit. Semua orang akan berupaya memelihara dan meningkatkan kesehatannya agar dapat menjalankan aktivitas dengan optimal, misalnya dengan makan makanan bergizi seimbang, olahraga teratur, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan upaya pencegahan penyakit melalui promosi kesehatan, surveilans kesehatan, pengendalian faktor risiko penyakit, penemuan kasus dan penanganan kasus segera, imunisasi, serta pemberian obat pencegahan.

 

Konsep sehat menurut WHO merujuk pada keadaan sempurna meliputi status fisik, kesejahteraan emosional, hubungan intrapersonal, fungsi intelektual, kondisi spiritual, dan seksualitas. Kesehatan dipengaruhi oleh sistem keyakinan pasien, sikap terhadap kontrol kesehatan, pengaruh budaya dan keluarga, serta gaya hidup yang dijalani. Sedangkan konsep sakit adalah sebuah kondisi fisik, sosial, emosional, dan intelektual seseorang yang menurun atau melemah dibandingkan dengan kondisi sebelumnya. Persepsi sehat-sakit pada masyarakat cenderung bersifat subjektif karena dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu dan aspek sosial budaya yang berkembang di lingkungan. Petugas kesehatan mengategorikan sakit atau tidaknya seseorang berdasarkan diagnosis yang ditegakkan dari gejala, tanda, riwayat kesehatan, dan hasil pemeriksaan penunjang.1

 

Dalam keadaan sakit, setiap orang dapat menunjukkan beberapa respon berbeda dalam proses mencari pengobatan (Health Seeking Behaviour),2 nammun demikian banyak akademisi dan praktisi yang merujuk pada Teori Schuman, yang menyatakan terdapat 5 reaksi individu dalam menemukan proses pengobatan yang tepat untuk dirinya, yakni:

 

  • Shopping, yaitu proses pencarian sumber yang berbeda dari pelayanan kesehatan atau sumber alternatif pengobatan.
  • Fragmentation, yaitu proses pengobatan di beberapa fasilitas kesehatan.
  • Procrastination, yaitu proses penundaan pencarian pengobatan di saat gejala penyakit sudah dirasakan.
  • Self medication, yaitu proses pengobatan diri sendiri dengan menggunakan berbagai obat atau ramuan yang dinilai tepat berdasarkan pengalaman masa lalu atau pengalaman orang lain.
  • Discontinuity, yaitu proses penghentian pengobatan.

 

Untuk pilihan layanan kesehatan, saat ini terdapat layanan konvensional, yang merujuk pada lembaga pemberi layanan kesehatan umum seperti rumah sakit maupun klinik kesehatan, dan terdapat juga layanan perawatan home care, dimana layanan perawatan home care ini ditujukan untuk mengakomodir kebutuhan pasien-pasien yang memiliki kendala mobilisasi sehingga keluhan kesehatannya dapat ditangani dan dirawat di rumahnya masing-masing. Salah satu pemberi layanan kesehatan tersebut adalah caretaker.id, pelopor layanan kesehatan home care berbasis digital dengan paket perawatan lengkap.

 

Bagaimana respon seseorang dalam proses pengobatan tentu sangatlah berhubungan dengan kesadaran diri sendiri dan dukungan dari orang lain di sekitarnya. Sebab upaya mencapai keadaan sehat akan meningkatkan pola perilaku kesehatan berkelanjutan.

 

Daftar Pustaka

1 WHO. (2022). Constitution. Diakses dari https://www.who.int/about/governance/constitution (18 Januari 2022) 

2 Ariyanti, F. T., Husain, F., & Luthfi, A. (2018). Mahasiswa, Obat-obatan dan Perilaku Kesehatan (Studi Perilaku Pengobatan Mandiri Mahasiswa Universitas Negeri Semarang dalam Mengonsumsi Obat). Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan, II(1), 19. https://doi.org/10.29408/se.v2i1.990