Tips Meningkatkan Kekebalan Tubuh di Tengah Lonjakan Gelombang Ketiga Pandemi

Pertanyaan

“Saya Aldi (23 tahun) terkena batuk pilek dan demam seminggu lalu. Saya khawatir karena gejala tersebut juga mirip dengan gejala covid omicron. Akhirnya saya menjalani tes swab pcr covid dan bersyukur hasilnya negatif. Dokter mengatakan saat ini saya perlu banyak istirahat di rumah dan minum obat. Apa saja hal yang dapat saya lakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak terkena covid?”

Al Fitriah | UIN Jakarta |

Caretaker Future Leader 2021

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per 9 Februari 2022, tercatat kasus terkonfirmasi covid-19 di Indonesia menyentuh angka 46.000 kasus. Angka tersebut merupakan bentuk dari lonjakan kasus covid-19 di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI pun buka suara dan menyatakan bahwa Indonesia sudah masuk gelombang ketiga covid-19. Fenomena ini juga diiringi oleh kedatangan varian baru covid-19, yaitu omicron (Satgas Covid-19, 2022).


Omicron merupakan varian terbaru dari virus covid-19 yang mengalami mutasi. Sebelumnya tercatat telah muncul varian alpha, beta, gamma, dan delta. Menurut Kementerian Kesehatan, gejala covid-19 meliputi batuk, demam, pilek, badan lemas, sakit tenggorokan, hingga sakit kepala dan sesak napas. Seseorang dengan gejala – gejala tersebut perlu mencari pelayanan kesehatan segera untuk mendapatkan arahan penanganan yang tepat (Martha dkk, 2022).

 

Menjaga kekebalan tubuh menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam menghadapi pandemi covid-19. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh, yaitu:

 

A. Gizi Seimbang

Konsumsi makanan dalam jumlah yang seimbang, dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Kandungan tersebut dapat ditemukan pada berbagai jenis lauk pauk (ayam, ikan), makanan pokok (nasi, singkong, jagung), buah buahan, dan sayur sayuran. Selain itu, dalam menyiapkan makanan juga perlu memperhatikan kebersihan dan sanitasi yang baik. Sehingga kekebalan tubuh dapat meningkat dan tubuh mendapatkan perlindungan ekstra (Mustofa dan Suhartatik, 2020). Sedangkan vitamin, meliputi:


– Vitamin A membantu memberikan perlindungan terhadap infeks dengan menjaga tubuh agar tetap sehat. Dapat ditemukan di buah maupun sayur-sayuran seperti wortel, ubi jalar, brokoli.


– Vitamin C membantu meningkatkan produksi antibodi sebagai kekebalan tubuh. Dapat ditemukan di jeruk, stroberi, kiwi.


– Zat besi membantu pertumbuhan dan produksi sel kekebalan tubuh. Dapat ditemukan pada daging ayam, ikan, telur.
(Kemenkes, 2020).

 

B. Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Bentuk sederhana dari PHBS yang sangat mudah ditemukan adalah gerakan mencuci tangan. Mencuci tangan menjadi kegiatan yang mulai diterapkan dengan sangat ketat semenjak pandemi covid-19 merebak. Virus corona menyebar melalui droplet yang dapat dengan mudah menular ke orang lain. Mencuci tangan dengan sabun dapat memutus rantai penularan virus (Mustofa dan Suhartatik, 2020).

 

C. Olahraga

Berolahraga dapat meningkatkan metabolisme tubuh sehingga membantu meningkatkan terbentuknya antibodi sebagai pasukan pertahanan dari virus maupun bakteri. Disarankan untuk latihan fisik minimal 30 menit selama 3-5 kali dalam seminggu (Mustofa dan Suhartatik, 2020).

 

D. Minuman Herbal

Jahe merupakan tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat. Berbagai kandungan dalam jahe, salah satunya adalah gingerol dan curcumin, membantu meningkatkan kekebalan tubuh dengan menangkal radikal bebas karena sifatnya yang kaya akan antioksidan Cara pengolahannya pun cukup mudah dan dapat dilakukan di rumah. Bersihkan lalu tumbuk jahe sampai pipih lalu rebus di air mendidih selama 15 menit (Fua dan Nurlila, 2020).

 

E. Vaksinasi Booster

Vaksinasi covid-19 dosis lanjutan atau booster dapat diberikan selama individu telah menerima vaksinasi primer dosis lengkap yaitu dosis satu dan dosis dua. Vaksinasi booster memberikan perlindungan dengan mempertahankan tingkat kekebalan tubuh terhadap virus. Peserta vaksinasi wajib hadir dalam keadaan sehat dan mengikuti alur pelayanan vaksinasi sesuai standar (Kemenkes RI, 2022).

 

 

Referensi

  1. Fua, J. L., Nurlila, R. U. 2020. Jahe Peningkat Sistem Imun Tubuh di Era Pandemi Covid- 19 di Kelurahan Kadia Kota Kendari. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat. Vol. 1, No. 2. https://jurnal-pharmaconmw.com/jmpm. Diakses pada 9 Februari 2022 22.03 WIB.
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2022. Surat Edaran Nomor: HK.02.02/II/252/2022 Tentang Vaksinasi covid-19 dosis lanjutan. https://covid19.go.id/. Diakses pada 9 Februari 2022 21.01 WIB.
  3. Kementerian Kesehatan. 2020. Panduan Gizi Seimbang Pada Masa Pandemi Covid-19. http://infeksiemerging.kemkes.go.id. Diakses pada 9 Februari 2022 22.17 WIB.
  4. Martha, J. Pakpaham, A. K. 2022. Pedoman Menghadapi Pandemi Covid-19 Bagi Mahasiswa. https://fisip.unpar.ac.id/wp-content/uploads/sites/33/2021/08/Buku-Saku-Pedoman-Menghadapi-Pandemi-Covid-19-FISIP-UNPAR-2021.pdf. Diakses pada 9 Februari 2022 21.15 WIB.
  5. Mustofa, A. Suhartatik, N. 2020. Meningkatkan Imunitas Tubuh Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Di Karangtaruna Kedunggupit, Sidoharjo, Wonogiri, Jawa Tengah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan. Volume 4, Nomor 1. http://journal.ummat.ac.id/index.php/jpmb/article/view/3100. Diakses pada 9 Februari 2022 19.20 WIB.
  6. Satuan Tugas Penanganan Covid-19. 2022. Peta Sebaran. https://covid19.go.id/. Diakses pada 9 Februari 2022 19.40 WIB.